Milhous Teddy Sulistio, SE

Bicara tentang Ketua DPRD M. Teddy Sulistyo, SE, yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Salatiga, tidak diragukan lagi dalam semangat melaksanakan tugasnya. Memang bila belum mengenal dekat, ada kesan pendiam dan takut. Namun beliau adalah seorang nasionalis yang sangat familier dan mudah diajak berbincang. Satu hal lain yang tidak kalah penting adalah ketegasannya dalam mengambil sikap.

Pria yang dilahirkan di Salatiga, 27 Juli 1969 ini memiliki sorot mata yang tajam, salah satu ciri pembawaannya yang tegas. Kendati sudah lekat dengan dunia politik dikeluarganya, namun cita-cita awalnya adalah menjadi seorang pilot. Salah satu pendorongnya adalah beberapa anggota keluarganya yang tercatat sebagai anggota TNI.

“Saya sering diajak Paman untuk berkunjung ke asrama tentara. Saya lihat Angkatan Udara kok sangat gagah, mulai saat itu saya bercita-cita menjadi pilot. Tapi nyatanya bukan pilot pesawat terbang, malah menjadi pilot banteng moncong putih,” ujar Bung Teddy (sapaan akrab) sembari tertawa.

Suami Wahyu Sari Asantri ini memiliki sejarah politik yang luar biasa. Sejak sekolah dasar sudah diajak sang ayah yang aktivis PNI untuk mendampingi. Setelah PNI menjadi PDI, Bung Teddy mulai ikut safari politik bersama sang ayah. Ia mulai menjadi fungsionaris partai sejak tahun 1995. Saat masih duduk di bangku SMA pun beliau sudah menjadi simpatisan.

Perlahan karirnya semakin menanjak. Setelah menjadi pengurus ranting, pada tahun 2001, ia menjadi ketua Kecamatan pada tahun 2001 dan akhirnya menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kota Salatiga sejak tahun 2005. Catatan fenomenal adalah kala mendapatkan suara pribadi terbanyak diantara caleg di Salatiga dalam pileg lalu yang mengantarkannya menjadi ketua dewan.

“Menjadi ketua dewan adalah mengakomodir berbagai dinamika yang berkembang, jadi jangan sampai memposisikan sebagai pemimpin dan hanya memberi komando. Menjadi ketua dewan tidak berat karena dipimpin secara bersama.,” terang Bung Teddy.

“Sepanjang regulasi menjadi panglima, maka tidak berat, karena kita hidup dalam aturan. Dan ketua DPR bukanlah komandan tetapi bisa dikatakan sebagai juru bicara dewan, ini karena dewan dipimpin secara kolektif kolegial. Dalam setiap pengambilan keputusan juga tidak dilakukan oleh ketua melainkan melalui mekanisme yang ada dan runut. Misalnya saja melalui tahap fraksi, sidang komisi baru pleno, jadi keputusan adalah milik bersama,” jelas bapak dari Rafael Laksamana Gumilang ini.

Ditegaskan beliau, ketua dewan bukalah segala-galanya dan luar bisa, tapi yang luar biasa dan segala-galanya adalah masyarakat. Kalau kita menganggap kedudukan itu luar biasa maka kita akan out of  control (kehilangan kendali).(ss)

 

Profil 

Tempat Lahir / Tgl Lahir 

Agama                             

Jenis Kelamin                 

Status Perkawinan         

Nama Istri                       

Alamat tempat tinggal

·     Salatiga, 27 Juli 1969 / 44 tahun

·     Kristen

·     Laki-laki

·     Kawin

·     Wahyu Sari Astantri

·     Jl. Merak 63 Klaseman Kel. Mangunsari  Kec. Sidomukti Kota Salatiga

Riwayat Pendidikan

 

·     SD Kanisius Gendongan Salatiga Th 1982 lulus

·     SMP Stella Matutina Salatiga Th 1985 Lulus

·     SMA Kristen I Salatiga Th 1988 Lulus

·     SI – Sarjana Ekonomi UNDIP Th 1995 lulus

Riwayat Organisasi

 

·     Anggota PDI dan PDI Pro Mega th 1993 -1998

·     Koordinator Posko PDI Perjuangan th 1999 – 2000

·     Ketua PAC PDI Perjuangan Kec Sidomukti th 2000 – 2005

·     Ketua DPC PDI Perjuangan Salatiga th 2005 – 2010

·     Ketua DPC PDI Perjuangan Salatiga th 2010 – 2015

Riwayat Pekerjaan

 

·     Wiraswasta th 1996 -2003

·     Anggota DPRD Kota Salattga th 2004 – 2009

·     Anggota DPRD Kota Salatiga th 2009 – 2014